Tips Memilih Pengasuh Bayi

12 Oct

Sumber:
http://ibudanbalita.com/diskusi/pertanyaan/3202/Tips-Memilih-Pengasuh-Bayi

Ditanyakan oleh bundavitry,

Pastinya, sebelum bekerja kembali, Anda ingin segala sesuatunya di rumah berjalan dengan baik. Kehadiran si kecil, yang telah membuat hidup Anda dan suami jauh lebih bermakna, menimbulkan persoalan baru. Siapa yang akan menjaga dia saat Anda bekerja di kantor? Mungkinkah dia ikut Anda bekerja di kantor, dan bagaimana tanggapan bos serta rekan kerja yang lain bila Anda membawanya? Bila di rumah, dapatkah si mungil Anda percayakan pada pembantu atau orang rumah lainnya?

Beruntunglah bila Anda masih memiliki orangtua atau sanak saudara terdekat yang bisa dititipi anak. Namun, tak semua orang memiliki famili yang dapat mengurus anak. Andaikan mereka bersedia, boleh jadi Anda tetap harus mempekerjakan seorang pengasuh bayi atau baby sitter untuk mengurus keperluannya. Artinya, orangtua atau famili Anda bertindak sebagai ’mata ketiga’ yang mengawasi keseharian si kecil.

Kalau alternatif pengasuh bayi dijadikan solusi, siap-siaplah berburu dari sejak Anda belum kembali bekerja di kantor. Pasalnya, setiap orang, kendati ia pengasuh anak yang berpengalaman pun, membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Baik itu menyesuaikan diri dengan anak yang diasuhnya, maupun dengan rumah dan seisi rumah di mana ia bekerja. Selain itu, Anda juga membutuhkan waktu untuk mengenal seorang pengasuh, meskipun ia direkomendasikan banyak pihak – termasuk yayasan yang menyalurkannya. Sebab bagaimanapun, Anda harus melihat sendiri seperti apa ia bekerja, bagaimana sikapnya terhadap buah hati Anda, dan sebagainya. Tak ada orangtua bekerja yang dapat menghabiskan waktunya di kantor sambil menahan gundah karena memikirkan keselamatan dan keamanan bayinya di rumah.

Dengan berbagai alasan, memilih pengasuh bayi memang memerlukan kejelian tersendiri. Rekomendasi dari yayasan, sebaiknya tidak dianggap sebagai ’prestasi’ yang mutlak. Toh, yayasan berkepentingan menyalurkan anggotanya supaya memiliki pekerjaan. Karena itu, lebih baik Anda mengandalkan rekomendasi dari orang lain, misalnya teman, saudara, dan orang yang dapat dipercaya, atau orang lain yang pernah menggunakan jasa yayasan atau pengasuh anak tersebut.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pengasuh anak?

1. Bila tidak ada rekomendasi dari orang biasa yang Anda percayai (teman, saudara, dsb), pergilah ke yayasan yang sudah terkenal dan memiliki reputasi positif. Anda bisa bertanya pada orang lain yang telah lebih dulu menjadi klien yayasan tersebut. Walau bukan jaminan, nama yayasan yang telah terkenal bisa diasumsikan membuat pengurusnya berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Selain itu, yayasan yang resmi dan baik juga membuat Anda mudah mengklaim atau menyertakan keluhan bila kelak ada sesuatu yang tidak terduga terjadi (contoh: anak terjatuh dan Anda ingin mengganti pengasuh, dan semacamnya).
2. Pada saat memilih pengasuh anak, lakukan wawancara dengannya dan perhatikan caranya menjawab. Apakah logis, sopan, dan menunjukkan intelegensia yang cukup dan sesuai dengan kondisi rumah Anda. Ingat, mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Bila seorang pengasuh bayi tidak paham akan segala perabotan di rumah, ia juga malah akan menjadi beban dan mungkin mencelakakan anak yang diasuhnya.
3. Benarkah ia suka anak-anak? Lontarkan pertanyaan ini, walaupun bisa saja ia berbohong. Karena itu, kejar dengan pertanyaan lain, seperti apakah ia dulu mengasuh adik atau keponakannya? Apa pengalamannya yang berkesan saat mengasuh anak? Apa yang paling ia sukai saat mengasuh anak?
4. Lihat apakah ia tergolong pencinta kebersihan. Bayi identik dengan kebersihan, sebab itu, siapa pun yang berada dekat bayi, diharapkan juga bersih dan tidak membawa kuman penyakit. Perhatikan penampilan calon pengasuh anak Anda, apakah ia cukup teliti dalam berpakaian? Apakah ia menampilkan diri sebagai orang yang jorok ataukah rapi?
5. Pengalamannya bekerja. Bila Anda memilih pengasuh anak senior, artinya ia telah pernah bekerja. Tanyakan pengalamannya tentang mengasuh anak sebelum ini, di mana saja ia bekerja, dan mengapa ia berhenti (boleh jadi ia bukan dipecat, misalnya majikan pindah ke luar kota dan lain sebagainya). Alasannya berhenti mungkin akan berpengaruh pada penilaian Anda bila ia mengatakan tidak suka bekerja dengan majikan yang judes.
6. Caranya mengasuh anak. Tanyakan beberapa hal yang intinya merupakan ujian untuk kecakapannya, seperti bagaimana caranya memandikan bayi, apa yang harus dilakukan bila bayi demam, bagaimana menyendawakan bayi, dan semacamnya.
7. Teliti filosofi dan pendapatnya. Maksudnya, apakah dalam wawancara singkat itu terlihat bahwa Anda dan dia memiliki kesesuaian dalam mengasuh anak. Seperti, bahwa Anda tetap akan terlibat dalam pengasuhan, kendati berada di kantor. Jika ia lebih suka segala sesuatu di berada di tangannya, berarti mungkin ia tidak cocok buat mengasuh anak Anda.
8. Tes kesehatan. Karena bayi tergolong rentan, usahakan memperoleh pengasuh yang sehat. Bila mana ia menderita bronchitis misalnya, mungkin ia tidak dapat diterima sebagai pengasuh. Begitu pula halnya bila ia mengidap penyakit menular lainnya. Boleh juga Anda memintanya menjalani tes kesehatan bila ingin yakin.
9. Gunakan intuisi. Memang, gambaran tentang pengasuh anak yang ideal belum tentu ada di dalam seorang calon pengasuh anak. Namun, cobalah gunakan intuisi, sehingga Anda bisa merasa lebih pasti. Manfaatkan waktu sebulan sebelum Anda kembali bekerja untuk menilai dapatkah ia dipercaya merawat bayi Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: